Jakarta - Pada perdagangan Senin (4/6) Indeks
Dow Jones turun 17 poin (-0.14%) ke 12,101.50 setelah keluarnya data
factory orders yang tercatat mengalami penurunan.
Minyak light sweet diperdagangkan di level US$84.63 per barel ditengah kemungkinan turunnya jumlah stok minyak AS yang disebabkan oleh naiknya jumlah permintaan akan bahan bakar.IHSG kemarin (4/6) ditutup 145 poin (-3.82%) ke level 3,654.58 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp231 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. PTBA, UNTR, ADRO, SMGR dan BUMI.
Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,476 per Dollar AS.
Secara teknikal, IHSG kembali mengalami penurunan dengan support terdekatnya saat ini berada di level 3,618.
Minyak light sweet diperdagangkan di level US$84.63 per barel ditengah kemungkinan turunnya jumlah stok minyak AS yang disebabkan oleh naiknya jumlah permintaan akan bahan bakar.IHSG kemarin (4/6) ditutup 145 poin (-3.82%) ke level 3,654.58 dengan asing tercatat melakukan net sell di pasar regular sebesar Rp231 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. PTBA, UNTR, ADRO, SMGR dan BUMI.
Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,476 per Dollar AS.
Secara teknikal, IHSG kembali mengalami penurunan dengan support terdekatnya saat ini berada di level 3,618.
MACD semakin turun tajam, stochastic yang sudah sempat menjauhi area oversold kembali memasuki area oversold dengan kecenderungan ke bawah, ADX tampak trend melemah, RMO telah memasuki teritori negatif, dan CCI juga memberikan sinyal negatif.
Kendati demikian, penurunan IHSG masih dibawah rata-rata volume 60 hari dan banyak saham yang melakukan open gap yang merupakan ciri-ciri menjelang teknikal rebound.
Pada perdagangan hari ini (5/6), IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3,618-3,730 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ANTM, BBRI, BKSL, BUMI dan PTBA dengan melakukan trading jangka pendek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar