Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman menjelaskan, obligasi konvensinal terbagi menjadi dua seri, masing-masing bertenor 7 dan 10 tahun. Seri A ditawarkan dengan bunga 7,87%-8,87%, sedangkan seri B 8,12%-9,12%.
Sukuk ijarah memiliki jangka waktu tujuh tahun, dengan imbalan Rp 78,75 juta - 86,75 juta per Rp 1 miliar. "Kalau disetarakan imbal hasil sekitar 7,87%-8,87%," jelas Iman di Jakarta, Selasa.
Jadwal penawaran awal dijadwalkan 29 Mei hingga 6 Juni. Kemudian tanggal efektif di 18 Juni dan masa penawaran umum di 20-22 Juni dengan perkiraan tanggal penjatahan 25 Juni. Periode distribusi dan pencatatan di BEI masing-masing pada 27 dan 28 Juni
Hasil penerbitan obligasi sekitar 65% sebagai pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah. Lisensi ini berupa biaya hak penggunaan izin pita spektrum frekuensi radio (IPSFR) penyelenggaran jaringan bergerak selular di frekuensi radio 800 mhz, 900 mhz dan 1.800 mhz untuk periode 15 Desember 2012-14 Desember 2013.
Lisensi memiliki waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang dalam rentan yang sama ke depan.
Obligasi juga digunakan sebagai dana pembelian base station subsystem (BSS) guna menambah kapasitas di area dengan trafik tinggi dan memperluas jaringan.
Masih ada sekitar 10% sebagai opsi beli atas obligasi eksisting tahun 2012 seri B senilai Rp 200 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan suku ijarah, perseroan telah menunjuk sejumlah nama, diantaranya; PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas serta PT Standard Chartered Securities Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar